Smile For Me

Lu Han, OC // Friendship, School life // Oneshot //

-Special Luhan Birthday-

Poster by :
Leen’s Art

“Aku suka tempat yang tinggi, tempat yang membuatku dekat dengan langit. Tempat dimana dia, tidak akan menemukanku.”

-oOo-

Aku kenal dengan seorang anak laki-laki yang takut ketinggian. Sebuah kenyataan yang kulihat bahwa anak laki-laki itu kini tumbuh dengan baik. Sekarang, dia punya bakat menarik perhatian orang. Dengan penampilan mempesona tentunya.

Sehari yang lalu, adalah hari pertamanya dikelasku. Kupikir dia benar-benar ahli dalam bergaul. Dia cepat beradaptasi dengan orang-orang semacam kutu buku dikelasku yang bahkan jarang membuka mulutnya. Itu bagus, menurutku.

“Kim Na na, senang bertemu denganmu,” sapanya dalam bahasa cina yang fasih.

Aku yang baru saja memejamkan mataku diatas meja kini menatapnya. Apa dia bilang?

“Kau orang korea, ya? Annyeonghaseo.”

Aku yang paling terkejut ketika dia meletakan tasnya dan mengambil duduk tepat disebelahku.

“Ya, aku mengerti yang kau katakan,” balasku dalam bahasa cina yang mungkin terdengar kaku ditelinganya.

“Bahasa cinamu bagus.”

Diluar dugaan, dia tersenyum padaku. Untuk pertama kalinya selama aku tinggal dinegara ini, ada seorang keturunan cina yang mengatakan itu padaku. Padahal, aku sendiri tahu betapa buruknya bahasa cinaku.

“Dari mana kau tahu namaku?”

“Tertulis di name tag mu.” Lagi-lagi dia tersenyum tanpa dosa. Memangnya apa yang kuharapkan dari lelaki berwajah polos ini?

Ini mungkin sebuah rencana. Apa dia sedang berpura-pura tidak mengenalku? Aku mengenalnya dalam sekali lihat, tapi mengapa dia tidak mengenaliku?

“Kau tidak menawarkanku bantuan? Ini hari pertamaku.”

Licik. Kupikir lelaki ini sangat licik dan tebal muka. Aku tidak akan tertipu dengan wajah polosnya itu.

“Baiklah Lu Han, ada yang bisa kubantu?”

“Aku ingin masuk salah satu ekstrakulikuler disekolah ini. Bisa kau rekomendasikan?”

“Jika kau mau, kau bisa memilih basket,” jawabku asal, bermaksud untuk menjebaknya. Dimana ekstrakulikuler itu mungkin tidak akan menerima lelaki berwajah polos dengan postur kering kerontang seperti dirinya.

“Bagus, aku akan mencobanya.”

Cih! Yang benar saja.

-oOo-

Aku benar-benar terkejut saat dia berhasil masuk ke club basket sekolah kami–dan mulai berterimakasih padaku yang pada dasarnya tidak memberi bantuan dengan ikhlas. Aku tercengang. Kepopulerannya juga meningkat setelah tim basket itu memenangkan lomba. Tidak pernah kubayangkan dia akan sering meminta bantuanku setelah kejadian itu. Ini membuatku frustasi.

“Hai Nana, sabtu besok bisakah kau membantuku mengerjakan essay matematika?”

“Tidak bisa Lu, aku sibuk.”

“Bagaimana dengan semangkuk es krim strawberry dan wafer? Kudengar cafe itu sangat populer akhir-akhir ini.”

Aku melirik wajah memelasnya sekilas. Jujur saja, aku tergiur dengan tawarannya. Aku berbohong soal kesibukan. Ya, jika dipikir tidak ada salahnya. Jujus saja, sejak awal kami memang saling memanfaatkan.

“Baiklah, Sabtu siang. Jika kau terlambat aku akan pulang.”

“Itu tidak akan terjadi nona Kim. Kalau begitu, sampai nanti.”

(( Flashback ))

“Luhan, cepat kesini! Tempat ini indah jika dilihat dari atas,” teriakku pada Luhan yang hanya terpaku melihatku dari bawah.

“Nana, bukankah itu berbahaya? Cepat turun!”

“Sebentar lagi. Kau tidak mau naik?”

“Aku tidak tertarik.” Luhan memalingkan wajahnya, memilih permainan lain yang ada di taman itu. Dia hanya duduk diayunan dan mencoba terlihat gembira dengan ayunan itu. Aku tahu Luhan tidak benar-benar gembira, hanya ada kami berdua ditaman itu.

Aku segera turun dari tempat tinggi itu dan duduk diayunan kosong disamping Luhan.

“Aku hanya takut ketinggian. Apa yang kau lihat, bagiku itu tidak indah.”

Aku terkejut, seolah menemukan kelemahan dari seorang teman secara langsung.

“Aku takut pada boneka beruang raksasa yang dipajang dipertigaan. Tapi setelah dilihat itu hanya boneka, dia tidak menyakitiku,” jelasku sambil tersenyum. Luhan menatapku seolah bersimpati.

“Itu hanya boneka beruang yang dijahit mata kirinya. Bagaimana bisa?” Luhan terkekeh kecil.

“Itu memang aneh, jangan mengejekku!”

Tawa Luhan mengeras. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikan tawanya, selain ikut menertawakan diriku sendiri.

(( Flashback Off ))

Seperti perjanjian waktu itu, aku datang ke cafe yang ditawarkan Luhan sambil membawa tas yang dipenuhi buku pelajaran, untuk berjaga-jaga jika lelaki berwajah polos itu tidak mempersiapkannya.

Aku sengaja datang sedikit terlambat agar dia yang menungguku. Dan ya, aku melihat lelaki berbalut kaus putih polos dilapisi dengan blazer merah bermotif kotak sedang duduk dengan wajah bosan.

“Maaf, aku terlambat.” Aku meletakkan tasku dikursi yang berhadapan dengannya dan duduk disana.

“Sebaiknya makan saja es krimnya terlebih dulu sebelum mencair. Aku khawatir karena itu akan segera mencair,” jelas Luhan yang membuat mataku fokus pada semangkuk es krim strawberry yang terpajang dimeja itu.

“Terimakasih sudah mengkhawatirkan es krimku,” ucapku sedikit kesal. Jika saja wajahnya tidak sepolos itu, tak akan kubiarkan dia tersenyum sedikit pun. Menyebalkan.

Selagi aku memakan es krim itu. Luhan mengambil sesuatu dari tasnya dan membuatku terkejut begitu aku melihatnya.

“Aku melihat ini dan teringat dengan rasa takutmu.”

Sebuah boneka beruang cokelat berukuran kecil lengkap dengan jahitan dimata kirinya kini berada ditangan Luhan.

“Aku tidak takut lagi sekarang,” sahutku.

Aku hanya berusaha menahan tawa melihat boneka itu benar-benar mirip dengan yang kulihat sewaktu masih kecil.

“Ini untukmu.”

“Terimakasih… Seharusnya aku pergi ketempat yang tinggi agar kau tak bisa menemukanku.”

“Aku bisa dengan ketinggian tertentu. Kau tahu? Bahasa cinamu semakin buruk.”

Luhan tertawa. Aku senang dia masih mengenalku. Bagiku, dia spesial dalam caranya sendiri.

-Fin

A/N :
To the point. Itulah yang mungkin kalian pikirkan tentang FF ini. *lol

Happy Birthday my Lovely Little Deer, LUHAN.
I know you’ll never read this strange ff. But I’m happy. You are special for me.

Terimakasih sudah membaca FF aneh ini, jangan lupa tinggalkan komentar! Komentar kalian akan sangat berarti…

Salam,
Liviayeon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s